3H’s for Success: Honest, Humble, Helpful (2)

Halo teman-teman se-bangsa dan se-tanah air yang saya cintai! Apa kabar hari ini? Semoga sehat selalu amiiin.. Edisi jumat lalu saya sudah membahas tentang Honest, yang merupakan salah satu dari kunci 3H’s (Honest, Humble, Helpful). Gimana, masih inget kan tagline-nya 3H’s? “Honest is the best attitude, Humble is the best approach, Helpful is the best investment!” Nah edisi Jumat ini saya akan membahas kunci sukses yang kedua, yaitu Humble (sederhana).

.

Sederhana itu sangat nikmat. Seperti pagi ini saya menulis @NotesFromQatarditemani secangkir hot chocolate. Saat lagi stuck ga tau mau nulis apa, saya nikmatin itu hot chocolate. Saya pegang cangkirnya erat-erat, trus dihirup dulu aroma cokelatnya yang mantap. Kemudian saya minum pelan-pelan dan saaangaatt nikmaattt.. Luar biasa!! Rasa manis, gurih, renyah, kriuk-kriuk semuanya bercampur jadi satu. Saya pun langsung dapet ide lagi untuk menulis! :D

.

Ya itulah salah satu kenikmatan hidup, sangat sederhana bukan? Secangkir hot chocolate dengan sepotong tuna sandwich sudah membuat saya bahagia dan kenyang, dan ga perlu lagi sarapan berlebihan seperti di hotel. Karena selain mahal, perut juga bisa makin maju ke depan hehehe… Pertanyaannya, pernahkah teman-teman menikmati keindahan dalam kesederhanaan seperti itu?

.

Kita sering lupa menikmati hal-hal sederhana yang sebetulnya bisa membuat hidup lebih bahagia. Saya jadi teringat dulu betapa enaknya makan mie ayam di tempat tongkrongan waktu SMP yang bernama pangkalan. Harganya murah, ‘cuma’ lima ribu perak. Tapi enak, nikmat, sambel sepuasnya, dan penuh keceriaan serta canda tawa karena makannya barengan temen-temen sambil ngeliatin para junior yang pulang sekolah. :D

.

Pernahkah kita mensyukuri apapun yang kita miliki saat ini? Kita biasanya hanya berpuas diri pada kesuksesan dan keberhasilan yang hingar bingar. Pren,Kehidupan itu bukan hanya berisi sederet rekor kesuksesan dan popularitas, tapi juga berisi rentetan hal-hal indah yang hanya bisa didapatkan dengan kesederhanaan. Kenikmatan itu murah kalau kita tahu bagaimana cara menikmati hidup ini. Kita tidak perlu diperbudak kehidupan duniawi dengan mendewakan harta dan materi.

.

Kebahagiaan ada dalam kesederhanaan. Makanya mengapa, setiap liburan ke Indonesia, saya selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan teman-teman lama yang baik hati. Ada yang namanya Cuex, tukang becak yang biasa nganter ke sekolah. Ada juga si Mamat, tukang ojek komplek rumah. Ada juga si Andre, tukang parkir di salah satu mall di Jakarta yang selalu rajin mengirim sms dan mendoakan saya. Itulah orang-orang yang bisa membuat hati saya bahagia dengan kesederhanaan mereka. Btw, ini nih si Andre.. Ayo tebak di mall mana dia kerja??

Double “A”: Assad & Andre

.

Hidup Itu Ternyata Sederhana

Hidup itu ternyata sederhana. Ada seorang karyawan datang ke sebuah perusahaan ingin melamar kerja. Setelah selesai interview dia pergi ke toilet dan melihat ada kotoran menempel di cermin. Dia ambil tissue lalu bersihkan kotoran tersebut, dan tanpa sengaja hal itu terlihat oleh sang bos yang tadi meng-interview. Melihat hal itu, saat itu juga sang bos langsung menerima karyawan tersebut bekerja di perusahaannya. Ah, ternyata untuk memperoleh keberkahan dalam hidup itu sederhana, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

.

Hidup itu ternyata sederhana. Seorang suami berkata kepada istrinya, “Kamu cantik sekali hari ini sayang.” Sang istri langsung senyum-senyum kesenengan sambil mikir, “Tumben banget suami gw muji!” Lalu ditanya oleh sang istri,“Kenapa tiba-tiba bilang cantik?” Sang suami menjawab, “Karena hari ini kamu ga marah-marah seperti biasanya.” Ah, ternyata untuk memiliki kecantikan itu sederhana, hanya cukup memperbaiki sikap, maka kecantikan dari dalam (inner beauty) akan terpancar keluar.

.

Hidup itu ternyata sederhana. Seorang pengusaha kuliner mendapat order 100 cupcakes dari klien untuk pesta ulang tahun anaknya. Saat tiba di rumah, ternyata cupcakes yang dikirim berjumlah 110. Kata sang pengusaha, tambahan 10 buah itu adalah hadiah ulang tahun untuk anaknya. Sang klien merasa senang dan keesokan harinya memesan kembali cupcakes dari pengusaha tersebut dengan jumlah 3x lipat untuk acara di kantornya. Ah, ternyata untuk mendapat rezeki lebih itu sederhana, cukup punya inisiatif sedikit saja.

.

Hidup itu ternyata sederhana. Seorang anak kecil menangis karena antingnya hilang di halaman rumah. Para pembantu kebingungan dan ada yang menyarankan, “panggil anjing pelacak”. Saran lainnya, “potong aja semua rumput biar keliatan”. Lalu sang Ibu dengan bijak mengatakan, “cari pelan-pelan dari ujung halaman sini sampai ujung sana”. Akhirnya anting itu pun ketemu. Ah, ternyata untuk berhasil itu sederhana, cukup melakukan segala sesuatu setahap demi setahap, dan bukan dengan jalan pintas.

.

Hidup itu ternyata sederhana. Segerombolan anak muda sedang mendaki Gunung Bromo. Semua berjalan dengan muka memelas karena membawa barang yang sangat banyak, dan hanya si Bejo yang berjalan dengan gembira. Teman-temannya bertanya ke bejo, “Jo, lo kenapa happy banget?” Dia menjawab sambil nyengir, “Ya karena barang bawaan gw dikit, ga seperti kalian!” Ah, ternyata memperoleh kegembiraan itu sederhana, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja.

.

Islam Tidak Pernah Mengajarkan Kemiskinan

Seorang teman pernah bertanya, “Islam kan mengajarkan untuk sederhana dan tidak berlebihan, berarti kita ga boleh jadi orang kaya raya dong? Saya jawab,“1000% salah bung!” Justru Islam sangat menganjurkan umat-umatnya menjadi orang yang kaya raya. Allah Swt endiri memiliki sifat Al-Ghani (Maha kaya) danAl-Mughni (Yang Maha Mengayakan).

Bagaimana mungkin Islam mengajarkan kemiskinan, sedangkan kita tahu bahwa Nabi Muhammad saw pada zaman dahulu adalah seorang pedagang yang sangat sukses dan kaya raya yang namanya terkenal seantero jazirah arab? Andaikan beliau mau menumpuk seluruh hartanya, tentulah ia akan menjadi salah satu orang terkaya saat itu. Hanya saja, Rasulullah justru memutuskan untuk menyedekahkan seluruh harta bendanya demi perjuangan Islam.

.

Rasulullah sangat menganjurkan umatnya untuk menjadi orang yang kaya karena kemiskinan itu dekat kepada kekufuran (murtad) dan kekufuran akan menjerumuskan seseorang kepada gerbang api neraka. Orang miskin biasanya akan mudah tergoda untuk pindah ke agama lain, apalagi dengan iming-iming materi. Inilah yang berbahaya dari kemiskinan. Makanya mengapa Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Andai kemiskinan itu berwujud manusia, niscaya aku yang pertama kali akan membunuhnya!”

Dalam perjalanan sejarah Islam, Rasulullah saw mengalami ujian yang sangat berat pada awalnya. Namun dengan dukungan keluarga dan para sahabat, akhirnya beliau bisa sukses dan Islam tumbuh dan berkembang dengan cemerlang. Tidak dipungkiri, terwujudnya kondisi tersebut, tidak terlepas dari peran orang-orang terdekat beliau yang kaya raya seperti Siti Khadijah, Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Umar bin Abdul Aziz dan Abdurrahman bin Auf. Mereka-lah orang-orang yang berjihad dengan harta benda yang dimiliki.

Tidak masuk akal jika Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi orang miskin karena sejarah membuktikan selama hampir 10 abad (1000 tahun) Islam menjelma menjadi imperium terbesar di dunia yang bahkan pada saat itu berhasil menaklukkan 2 imperium terkuat pada saat itu, Yunani dan Romawi. Bagaimana mungkin hal itu dapat terjadi jika tidak dengan kekuatan harta, apalagi untuk menjadi suatu penguasa dalam kurun waktu 10 abad?

Jelas sudah kan bahwa Islam tidak pernah mengajarkan kemiskinan. Justru sebaliknya, hidup yang hanya sekali ini harus menjadi orang kaya dan bermanfaat bagi orang banyak! Karena si kaya mampu beramal dan berjuang dengan hartanya, seperti membangun masjid, sekolah, pesantren, dst. Si miskin juga pengen melakukan hal itu, tapi sayangnya karena ga ada duit jadi ga bisa. Makanya mengapa Allah Swt mengatakan bahwa Dia lebih menyukai hamba-hambaNya yang kuat (dalam keimanan, ekonomi, dll) dibanding muslim yang lemah.

Hal yang diajarkan oleh Islam adalah bagaimana kekayaan tidak menjadikan hidup berlebih-lebihan, dan kita tetap bisa hidup secara sederhana. Allah Swt berfirman, “…Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf [7]: 31)

.

Pada hakikatnya, kebahagiaan itu mudah dicari. Jika kita menginginkan kebahagiaan dalam hidup, cukup sederhana saja. Cobalah untuk selalu menganggap bahwa kehidupan ini adalah karunia dari Sang Maha Pencipta yang patut disyukuri. Jika terjadi hal baik dalam kehidupan yang sesuai dengan keinginan kita, maka ucapkan “Alhamdulillah”. Tapi jika belum sesuai keinginan kita, maka bersabarlah. Allah Swt lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-hambaNya.

.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]:216).

.

Dalam dunia sains pun, sesuatu hal yang besar kadang ditemukan hanya dengan proses yang sederhana. Isaac Newton menemukan hukum gravitasi saat ia duduk di bawah pohon apel dan mengamati saat apel itu jatuh. James Watson menemukan heliks ganda sebagai bentuk rangkaian DNA ketika ia naik tangga yang melingkar. Dengan ide sederhana itu Watson meraih hadiah nobel bidang kedokteran. Archimides menemukan cara menghitung berat emas secara tidak sengaja, pada saat dia berendam di kamar mandi. Saking gembiranya, Archimides segera melompat keluar dari bak mandinya, lupa pake baju dan lari di jalanan sambil berteriak ‘Eureka!‘ atau ‘Saya menemukannya!’

.

Kaya VS Sederhana

“Akhlak yang paling utama adalah hidup sederhana di waktu kaya raya.” – Umar bin Abdul Aziz

.

Sederhana bukan berarti tidak boleh menikmati kekayaan serta harus menampilkan hidup susah hanya karena orang di sekitar kita susah. Tapi sederhana adalah orang yang rendah hati, hidup apa adanya dan tidak terlena oleh kemewahan. Memiliki kekayaan berlimpah bukan berarti tidak bisa hidup sederhana kan?

Ternyata di dunia ini cukup banyak lho manusia yang memiliki kekayaan bejibun namun mereka tetap hidup sederhana. Kalo buat saya ini mengesankan, karena mereka hidup sederhana di saat mampu lebih dari itu. Saya akan ambil dua contoh, satu dari luar negeri dan satu lagi dari dalam negeri. Dari luar negeri, pernah mendengar nama Warren Buffet? Pastinya sudah kan? Bagi yang belum tahu, dia adalah orang terkaya nomer 2 di dunia saat ini. Kejeniusannya sebagai seorang investor tidak ada yang meragukannya.

.

Warren Buffett (80 tahun),  yang sering disebut “Oracle from Omaha”, saat ini memiliki harta kekayaan bernilai sekitar US$47 miliar. Itu kalo dijadiin rupiah udah gatau lagi berapa panjang nolnya. Kalo misalkan itu duit kita beliin cendol, dijamin banjir kawasan Thamrin-Sudirman. Dengan kekayaan seperti itu, ibaratnya dia bisa mendapatkan kemewahan jenis apapun yang dia mau.  Namun, ternyata dia itu sederhana sekaleeeee…

.

Selama ini banyak orang mencari rahasia pola pikir dan tips jitu dari langkah investasi a’la Buffet dengan memborong buku–bukunya yang laris manis di pasaran. Namun, rahasia kekayaan Buffett sebenarnya berasal dari sikap dermawan (sering bersedekah) dan gaya hidup sederhana dalam pribadinya. Buffet masih tinggal bersama istrinya di rumah sederhana di Omaha, AS yang dibeli dengan harga US$31,500 (sekitar Rp 300 juta) lebih dari 50 tahun lalu dengan tetap tidak memakai pagar. Buffet bepergian tanpa dikawal siapapun dan membawa sendiri mobil pribadi sederhana yang dibeli sejak tahun 2001.

.

Dia tidak berkeliling dunia memakai jet pribadi, meski ia memiliki salah satu perusahaan pesawat jet terbesar di dunia. Waktu istirahatnya dipakainya dengan menonton TV sambil makan pop corn. Walau sering menikmati hidangan di restoran terbaik di berbagai belahan dunia, Buffett lebih memilih menu burger, kentang goreng dan Coca-Cola dingin. Saat ditanya mengapa dia tidak memiliki sebuah kapal pesiar, Buffett menjawab, “Kebanyakan mainan cuma menimbulkan rasa nyeri di leher“ hehehe..

.

Buffet pernah berjanji, setelah meninggal ia akan memberikan 85% harta kekayaannya pada yayasan amal milik Bill Gates, Gates Foundation. Namun, ia merealisasikan janji itu lebih cepat dari dugaan. Pada tahun 2006, dia mendonasikan 10 juta sahamnya di Berkshire senilai US$30,7 miliar kepada Gates Foundation. Jumlah sumbangan amal tersebut tercatat sebagai sumbangan terbesar dalam sejarah Amerika.

Yak, itulah cerita mengenai Warren Buffet. Sekarang kita beralih ke dalam negeri. Seseorang yang saya lihat mempunyai gaya hidup sederhana meskipun mungkin memiliki kemampuan untuk hidup glamor adalah Pak Jusuf Kalla. Saya mengagumi Pak JK sebagai seorang pemimpin dan guru bangsa. Saat memiliki kesempatan mengenalnya lebih dekat, saya lebih kagum lagi karena pribadinya yang tegas, bersahaja dan apa adanya. Salah satu kesederhanaannya adalah sampai sekarang beliau masih pake handphone tipe jadul, dan bukan kaya yang sering kita pake, si berry-berry itu. Berikut sedikit cerita tentang Pak JK dan keluarga.

Sewaktu liburan kemaren, sekitar waktu maghrib, saya sedang main ke rumah beliau karena ingin memberikan undangan untuk launching buku @NotesFromQatar. Di rumah pada waktu itu ada juga Ibu Mufidah Kalla dan juga anaknya yang paling kecil, Chairani Jusuf atau biasanya sih saya manggilnya kak Ade. Lalu saya ngobrol-ngobrol dengan Ibu Mufidah dan Kak Ade di ruang tamu karena Pak JK masih di atas. Ibu Mufidah kemudian bertanya,“Bagaimana Assad jualan bukunya? Laku tidak? Satu buku kamu jual berapa?”

.

Saya jawab, “Alhamdulillah tante, lumayan laku hehehe.. satunya Rp 65,000.”Kemudian beliau membalas lagi, “Alhamdulillah.. Iya enak ya rasanya kalo jualan laku. Tante juga jualan bunga anggrek tuh (nunjuk bunga yang ada di meja makan), seiket tante jual Rp 50,000 (kalau ga salah denger) dan banyak juga lhoyang beli. Seneng deh rasanya.” Dalam hati saya, “Waduh! Masa seorang Ibu Mufidah masih jualan bunga hehehe.. Ahhh, sangat membumi sekali…”

Kita ngobrol sampe ga terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam dan saya mau pulang sebetulnya. Tapi pas mau pulang dicegat alias ga boleh, dan disuruh ikut makan malam dulu. Yaudahlah ya, masa rezeki ditolak hehe.. Kemudian ya sudah kita makan berempat, ada Pak JK, Ibu Mufidah, Kak Ade dan saya. Waktu itu lagi ga ada pembantu satu pun, mungkin udah pada istirahat. Lalu Ibu Mufidah sendiri yang menyiapkan makanan ke dapur dibantu Kak Ade.

Waktu saya lihat makanan yang ada di meja, sederhana sekali. Singet saya ada tempe, tahu, sayur bayem, udang, ikan teri sama nasi putih dan nasi merah (yang ini khusus untuk kak ade yang keliatannya mau diet hahaha). Sudah itu saja. Ibu Mufidah kemudian mengambilkan nasi untuk Pak JK, terlihat romantis hehe.. Selama makan, banyak hal-hal yang diobrolkan dari cerita serius sampai hal-hal ringan seperti menjamurnya social media. Cerita-cerita segar dari Pak JK membuat suasana makan malam saat itu sangat nikmat, meskipun menunya sederhana aja. Saya pun pulang ke rumah kekenyangan. Alhamdulillah. :D

.

Yak saudara-saudara sekalian, sekian tulisan ini. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang kaya raya namun mampu hidup secara bersahaja dan kekayaan yang kita miliki dapat bermanfaat bagi orang banyak. Semoga kita semua juga bisa selalu bersyukur dengan apapun yang telah diberikan oleh Allah Swt. Karena InshaAllah berkah-Nya akan turun seperti yang tertera di dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan Menambah nikmat kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, pasti adzab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]:7).

.

Minggu depan InshaAllah saya akan membahas kunci ketiga dari 3H’s, yaituHelpful. Stay tune! :)

.

Warm regards,

@MuhammadAssad

.

Satu komentar to “3H’s for Success: Honest, Humble, Helpful (2)”

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29 pengikut lainnya.